Rabu, 10 Agustus 2011

Cerpen Sahabat


ARIS DAN BIMO

“Arissss…. Jangan terlalu keras menekanya, nanti rusak” teriak Bimo sang sahabat  ,  “iya maaf  Bim,  lagi pula prakaryamu  juga tidak bagus-bagus sekali.” “ ya biar tidak terlalu bagus tapi  ini hasil karyaku sendiri, aku mengerjakan ini semalaman suntuk asal kau  tau ,   tidak seperti kau yang di bantu  kakakmu  dan  lagi  pula sebentar lagi pak Selamet  (guru kesenian) akan  masuk nanti kalau rusak gimana!” gumam Aris pada Bimo”  “ hahahaha , ahh, peduli amat, yang  penting prakaryaku bagus dan aku yakin nilai tinggi ada di gengamanku “ Ucap aris sambil tertawa”.

            Kringggg………... “bell istirahat” pelajaran kesenian pun berakhir.
“Hahahha, sudah  aku bilang, pasti nilaiku yang paling tinggi” ujar aris kepada bimo,  “haah....aku tak peduli masalah nilai , yang penting aku puas dengan karyaku sendiri” kata Aris berbangga dan terus melangkah keluar gerbang sekolah . Saat perjalanan pulang, seperti biasa mereka berdua mampir dulu ke  Warnet  PEMUDA untuk sekedar browsing  dan mendownload  lagu-lagu yang sedang bumming. Saat mereka beranjak pulang, mereka bertemu dengan Isa dan  kawan-kawan , mereka adalah musuh bebuyutan bimo dan aris. Mereka saling menatap
” Tak kusangka aku bertemu lagi dengan orang seperti dia lagi”  ujar Aris , yang terlihat sangat kesal.

” iya kalau ingat pristiwa dulu, ingin sekali ku  hajar dia”,  jawab Bimo dengan tangan terkepal keras seakaan ingin menghajar orang. Namun dengan santai isa hanya berlalu begitu saja sambil terus menatap kearah mereka berdua dengan tatapan meremehkan. .


            Keesokan harinya di sekolah mereka, tepatnya di kelas mereka ada anak baru.
namun alangkah  terkejutnya mereka ternyata anak baru itu adalah musuh mereka, yaitu  Isa.
Bima dan Aris tak konsen belajar seharian itu, mereka berdua hanya terus berfikir mengapa isa masuk sekolah kami?? , bahkan sekelas dengan kami.  pulang sekolah Aris dan Bima langsung manghampiri Isa dengan penuh emosi,
“maksud kau apa masuk ke sekolah ini, kau mau cari masalah lagi dengan kami? Tak puas kau dengan perbuatanmu  dulu?”, bentak Aris sambil sedikin mendorong Isa.

“Memangnya kenapa, Kalian tidak suka?” jawab Isa dengan nada  menantang .
“baik-baik kau di sini ,  jangan berbuat macam-macam ”  , jawab Bimo rada mengancam dan sambil menarik  Aris yang sudah sangat kesal untuk pergi meninggalkan Isa , karena ada Guru yang memperhatikan mereka bertiga.
Keesokan harinya saat pulang sekolah Bimo meminta Aris untuk pulang sendiri, karena Bimo sedang ada urusan penting  yaitu mengantar Rasti ( perempuan yang Bimo sukai namun tak pernah kesampain karena bimo tak pernah berani untuk terus terang pada rista , padahal dalam kenyataanya Rista pun menyukai Bimo).
“Ya sudah aku  pulang duluan ya,  owh iya jangan sia-siakan kesempatan ini ya..hahaha..” jawab Aris meledek dan membuat wajah Bimo dan Rasti memerah.
“iyaa, sudah sana-sana”  Jawab Bimo malu sambil dan agak mendorong Aris”.
Namun tak di sangka sejak tadi  Isa  menguping pembicaraan mereka di balik pintu kelas , dan telah merencanakan suatu rencan licik untuk merusak persahabatan Bimo dan Aris.
            Berselang beberapa hari di dalam kelas terjadi kehebohan , antara Aris dan Rasti.
Bahwa  Aris mengirimkan surat cinta kepada Rasti yang berisikan , Aris telah mencitai sejak lama dan menyatakan “Maukah kamu jadi pacar Saya?”.Surat itu ada di meja Rasti,
Hal tersebut membuat Aris bingung , karena Aris tak merasa mengirimkan surat itu kepada Rasti dan yang paling membuat Aris merasa terpojok adalah , Bimo marah kepadanya lantaran Bimo merasa di khianati, padahal Aris telah berusaha menjelaskan yang sebenarnya pada Bimo , namun bimo tetap bersikeras dan tak memperdulikan pembelaan diri dari Aris. Sepulang sekolah Aris mencegat Bimo di tengah  jalan, Aris masih berusaha meyakinkan Aris bahwa bukan dia yang mengirimkan surat itu kepada Rasti.
“Sudah pergi sana kau penghianat, tak sudi aku berbicara lagi dengan kau” Bentak Bimo.
“Bukan aku asal kau tau ,  aku di fitnah “ jawab Aris meyakinkan bimo.
“Sudah lah, sampai di sini saja persahabatan kita, sudah muak aku dengan  orang munafik sepertimu” kata bimo sambil berjalan pergi meninggalkan Aris.
“Aku sudah berusaha memberitahukan yang sebenarnya padamu Bimo, tapi kalau kau memang tak mempercayai aku lagi, yasudah… aku juga tak mau bersahabat dengan orang seperti kau. Ingat tidak kau berapa lama kita bersahabat , sebatas itukah kepercayaanmu kepadaku”
Teriak Aris pada Bimo yang semakin lama semakin jauh melangkah meninggalkanya.
            Tiga hari berlalu, tanpa ada sepatah katapun obrolan yang terucap dari bibir mereka.
Rasti yang melihat hal tersebut merasa sedih dan merasa bersalah , akhirnya saat bell istrahat  Rasti mendatangi Aris untuk menanyakan kejadian tempo hari dan apa yang terjadi pada kalian berdua. Akhirnya setelah beberapa lama mereka mengobrol dan Aris menceritakan semua hal yang sebenarnya kepada Rista , Tiba-tiba Bimo datang “ mau mengelak apa lagi kau ris, sekarang terbukti semua… penghianat”.
“kau tenang dulu Bim ,  semua salah paham “ kata Rasti memotong.
“sudahlah Ras, aku tak marah padamu, aku pun rela bila kau memang tak suka padaku , tapi aku hanya tak habis pikir bisa-bisanya , orang yang selama ini ku percaya telah menghianaatiku” jawab Bimo yang bermaksud menyindir Aris yang dari tadi diam saja.
“masa bodo kau mau bilang apa, yang jelas aku tak pernah menghianatimu dan tak pernah aku berniat menhancurkan persahabatan kita” Potong Aris dan langsung bergegas pergi meninggalkan Bimo dan Rista. Rista pun demikian dengan muka kesal terhadap Bimo dia pergi meninggakan Bimo.Bimo yang bingung karena dia merasa jadi orang yang paling bersalah dalam masalah ini, padahal menurutnya dia yang di khianati oleh sahabatnya. Dia berjalan kearah kelas dengan perasaan yang bercampur aduk, dan tak sengaja di depan kelas dia mendengar pembicaraan Isa dan kawan-kawan barunya. Meraka membicarakan soal ulah Isa yang menaruh surat cinta palsu itu ke meja Rasti dan menfitnah Aris. Bimo yang mendengar hal tersebut langsung mencari Aris yang sedang ngobrol asik dengan rista di kantin.
“mau apa kau ke sini? Kalau kau memang menganggapku penghianat aku terima dan aku juga tak mau lagi jadi sahabatmu”  kata Aris agak kesal.
“bukan itu ,  aku kesini untuk meminta maaf pada kalian berdua , karena aku telah berprasangka buruk pada kalian dan tak mempercayai kalian, aku sungguh minta maaf , aku sudah  tau siapa yang telah memfitnah kau Aris dan berusaha menghancurkan persahabatan kita” jawab Bimo sambil tertunduk malu. “Siapa??” bentak Aris kesal.
“Isa, dia yang melakukan semua ini, tadi aku tak sengaja mendengar obrolan Isa dan teman-temanya yang sedang membicarakan surat cintamu tempo hari”, jelas Bimo.
“Sudah ku duga pasti dia pelakunya, mana dia sekarang. Kan ku beri pelajaran dia” Kata Aris dengan penuh emosi.
“Jangan Sudah biarkan saja, kita biarkan saja dia, aku punya ide yang sangat bagus ,  kita kembali bersikap seperti dulu sebelum terjadi masalah ini dan  pura-pura tak terjadi apapun biar dia bingung dan kesal sendiri dengan kita”  Bimo menjelaskan dengan wajah sumringah.
“iya itu ide yang bagus , kita buat dia terheran heran” jawab Rista setuju dengan usulan Bimo.
Sambil menghela nafasnya seaakan menahan amarah yang tengah memuncak, Aris pun menyetujui rencana  tersebut.
            Dan akhirnya semua kembali seperti semuala, Aris dan Bimo kembali bersahabat , bercanda , ngobrol dan melakukan hal-hal konyol yang biasa mereka lakukan.Dan Bimo pun berani mengutarakan perasaanya kepada Rasti , serta dengan senang hati pun Rasti menerima Bimo sebagai pacarya.  Karena hal tersebut anak-anak kelas pun terheran heran terlebih lagi Isa sangat terbingung bingung dan bartanya tanya mengapa itu bisa terjadi. Aris dan Bimo hanya tersenyum dan tertawa kecil saat melihat wajah isa yang bingung memandangi mereka berdua.

Kamis, 14 April 2011

IBD KELOMPOK (BUDAYA MADURA)

1.       PENGERTIAN BUDAYA
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama.
2.     ASAL USUL KATA BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
3.     7 KOMPONEN BUDAYA (MADURA) :
a.     BAHASA (MADURA)
Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan Suku Madura. Bahasa Madura mempunyai penutur kurang lebih 14 juta orang, dan terpusat di Pulau Madura, Ujung Timur Pulau Jawa atau di kawasan yang disebut kawasan Tapal Kuda terbentang dari Pasuruan, Surabaya, Malang, sampai Banyuwangi,Kepulauan Kangean, Kepulauan Masalembo, hingga Pulau Kalimantan. Di Pulau Kalimantan, masyarakat Madura terpusat di kawasan Sambas, Pontianak, Bengkayang dan Ketapang, Kalimantan Barat, sedangkan di Kalimantan Tengah mereka berkonsentrasi di daerah Kotawaringin Timur, Palangkaraya dan Kapuas. Namun kebanyakan generasi muda Madura di kawasan ini sudah hilang penguasaan terhadap bahasa ibunda mereka.
KosaKata Bahasa Madura
Bahasa Madura merupakan anak cabang dari bahasa Austronesia ranting Malayo-Polinesia, sehingga mempunyai kesamaan dengan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia. Bahasa Madura banyak terpengaruh oleh Bahasa JawaMelayuBugisTionghoa dan lain sebagainya. Pengaruh bahasa Jawa sangat terasa dalam bentuk sistem hierarki berbahasa sebagai akibat pendudukan Mataram atas Pulau Madura. Banyak juga kata-kata dalam bahasa ini yang berakar dari bahasa Indonesia atau Melayu bahkan dengan Minangkabau, tetapi sudah tentu dengan lafal yang berbeda.
Contoh :
§  bhila (huruf "a" dibaca [e] (info)) sama dengan bila = kapan
§  oreng = orang
§  tadha' = tidak ada (hampir sama dengan kata tadak dalam Melayu Pontianak)
§  dhimma (baca: dimmah) = mana? (hampir serupa dengan dima di Minangkabau)
§  tanya = sama dengan tanya
§  cakalan = tongkol (hampir mirip dengan kata Bugis : cakalang tapi tidak sengau)
§  onggu = sungguh, benar (dari kata sungguh)
§  Kamma (baca: kammah mirip dengan kata kama di Minangkabau)= kemana?
Sistem Pengucapan Bahasa Madura
Bahasa Madura mempunyai sistem pelafalan yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang berusaha mempelajarinyapun mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalan tadi. Bahasa  Madura mempunyai lafal sentak dan ditekan terutama pada konsonan [b][d][j][g]jhdh dan bh atau pada konsonan rangkap seperti jjdd dan bb . Namun demikian penekanan ini sering terjadi pada suku kata bagian tengah. Sedangkan untuk sistem vokal, Bahasa Madura mengenal vokal [a][i][u][e][É™] dan [o].
Dialek-dialek Bahasa Madura
Bahasa Madura juga mempunyai dialek-dialek yang tersebar di seluruh wilayah tuturnya. Di Pulau Madura sendiri pada galibnya terdapat beberapa dialek seperti:
§  Dialek Bangkalan
§  Dialek Sampang
§  Dialek Pamekasan
§  Dialek Sumenep, dan
§  Dialek Kangean
Dialek yang dijadikan acuan standar Bahasa Madura adalah dialek Sumenep, karena Sumenep di masa lalu merupakan pusat kerajaan dan kebudayaan Madura. Sedangkan dialek-dialek lainnya merupakan dialek rural yang lambat laun bercampur seiring dengan mobilisasi yang terjadi di kalangan masyarakat Madura. Untuk di pulau Jawa, dialek-dialek ini seringkali bercampur dengan Bahasa Jawa sehingga kerap mereka lebih suka dipanggil sebagai Pendalungan daripada sebagai Madura. Masyarakat di Pulau Jawa, terkecuali daerah SitubondoBondowoso, dan bagian timur Probolinggo umumnya menguasai Bahasa Jawa selain Madura.
Contoh pada kasus kata ganti "kamu":
§  kata be'en umum digunakan di Madura. Namun kata be'na dipakai di Sumenep.
§  sedangkan kata kakeh untuk kamu lazim dipakai di Bangkalan bagian timur dan Sampang.
§  Heddeh dan Seddeh dipakai di daerah pedesaan Bangkalan.
Khusus Dialek Kangean, dialek ini merupakan sempalan dari Bahasa Madura yang karena berbedanya hingga kerap dianggap bukan bagian Bahasa Madura, khususnya oleh masyarakat Madura daratan.
Contoh:
§  akoh: saya (sengko' dalam bahasa Madura daratan)
§  kaoh: kamu (be'en atau be'na dalam bahasa Madura daratan)
§  berrA' : barat (berre' dengan e schwa dalam bahasa Madura daratan)
§  morrAh: murah (modhe dalam bahasa Madura daratan)
b.    SENI (MADURA)
Madura merupakan pulau kecil yang kaya dengan kesenian dan budaya lokal, Madura terdiri dari empat kabupaten, yaitu kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Pada masing-masing kabupaten tersebut mempunyai kekayaan dibidang seni yang berbeda-beda.
Kabupaten Sumenep sampai saat ini terkenal dengan kota budaya di Madura karena disan terdapat banyak jenis seni-budaya yang terus berkembang, misalnya tari, lludruk, macopat, topeng dan masih banyak yang lainnya. Bagi masyarakat Madura, bulan Agustus hingga September adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu, karena saat inilah mereka panen raya tembakau. Meskipun harga tembakau anjlok tetapi warga tetap mensyukurinya. Mereka menggelar pangelaran seni yang menampilkan berbagai kesenian khas Madura hingga karapan sapi. Kembang api ini menandai dibukanya pangelaran seni yang digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas panen raya tembakau. Warga yang berkumpul di alun-alun Kota Pamekasan Madura, Jawa Timur, dihibur dengan aneka tarian yang diiringi dengan musik tradisional kas Pamekasan yang disebut musik dault. Musik ini merupakan musik tradisional yang kerap digunakan untuk membangunkan warga saat sahur tiba. Dalam pertunjukkan musik dault ini, seluruh pemain musik dan penari memakai topeng. Dalam tariannya, para penari membawa tong kosong. Tong ini melambangkan kritik pada pemimpin yang bisanya hanya bicara nyaring seperti tong kosong. Tarian lain yang dipentaskan adalah tari Samper Nyacek. Konon, tarian ini merupakan tarian para putri Keraton Sumenep yang mengambarkan kepedulian mereka terhadap petani. Tarian yang gerakannya berdasarkan gerakan menanam padi ini dilanjutkan dengan Tari Pecot, kas Kabupaten Bangkalan. Tarian ini juga melambangkan kehidupan petani saat bekerja di sawah. Pesta rakyat ini ditutup dengan karapan sapi yang digelar keesokan harinya. Dalam karapan sapi ini, gengsi para peternak sapi dipertaruhkan. Karena karapan sapi yang disebut Gubeng ini adalah yang terbesar.

c.     TEKNOLOGI MADURA
Sudah sejak lama Madura telah menjadi pembicaraan masyarakat, sekalipun pulau yang satu ini tidak besar akan tetapi penduduknya mempunyai kepribadian yang khas dan menarik untuk dibicarakan. Bila bepergian di seantero kepulauan di Indonesia hampir dapat dipastikan kita akan bertemu dengan orang yang berasal dari Madura. Sosok orang Madura akan segera dikenal oleh siapapun karena mereka memang mempunyai ciri tersendiri, khususnya bila mereka berbicara. Penjual sate, soto, tukang potong rambut tradisional atau penjual barang bekas di mana-mana umumnya orang Madura. Oleh karenanya soto dan sate yang paling terkenal adalah soto dan sate Madura, saking terkenalnya ada juga sekalipun memakai label Madura akan tetapi penjualnya bukan orang Madura. Untuk mempertahankan hidupnya atau untuk mencapai tujuan hidupnya orang Madura tidak segan-segan melakukan ke tempat lain. Hal ini tidak saja mereka lakukan pada saat kini di mana transportasi sudah sedemikian majunya karena kemajuan teknologi akan tetapi sejak jaman kerajaan dan penjajahan Belanda mereka telah melakukannya, utamanya sebagai reaksi terhadap perlakukan penguasa pada saat itu. Rasanya tidak terlalu berlebihan mengapa mereka melakukan hal tersebut, karena mereka belajar agama di mana hijrah Muhammad SAW menjadi acuhannya. Sebagaimana orang agraris pada umumnya masyarakat Madura di perantauan selalu terikat pada tanah leluhurnya sehingga pada waktu-waktu tertentu pulang kembali ke Madura biasanya pada waktu Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi. Pada saat itulah lalu lintas penyeberangan feri menjadi padat sekali dalam waktu setidak-tidaknya selama seminggu. Tentu saja mereka datang dengan membawa uang dan barang di perantauan untuk dibagikan kepada sanak saudara di kampung halamannya. Uang ini mengalir ke kampung halaman pada waktu mereka pulang ada kalanya mereka yang telah berhasil di perantauan mengirim uang ke tempat asal kepada keluarga yang ditinggalkannya untuk keperluan konsumsi atau dipakai untuk modal kerja. Menabung merupakan salah satu kebiasaan orang Madura tidak saja dalam bentuk uang akan tetapi juga dalam bentuk perhiasan emas. Tabungan ini digunakan bukan saja untuk berjaga-jaga akan tetapi pada umumnya mereka gunakan untuk pergi haji ke tanah suci Mekah. Untuk pergi ke tanah suci mereka melakukan upaya sekuat tenaga karena kepergiannya adalah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sebagaimana diwajibkan oleh Agama, dan masyarakat Madura yang lain memberikan penghargaan yang tinggi dengan menempatkan mereka yang pergi haji sebagai orang yang mempunyai status yang lebih dari masyarakat biasa. Kepergiannya akan dihantarkan dengan sebuah kebesaran dan kedatangan dielu-elukannya, mereka menganggap haji bukan hanya sebagai sebutan, lebih dari itu mereka dianggap sebagai orang suci. Teantu saja peristiwa ini menimbulkan kegiatan ekonomi yang besar, kalau kita pandai-pandai memanfaatkannya sebagai peluang.
d.    MATA PENCHARIAN MASYARAKAT MADURA
Sudah sejak lama Madura telah menjadi pembicaraan masyarakat, sekalipun pulau yang satu ini tidak besar akan tetapi penduduknya mempunyai kepribadian yang khas dan menarik untuk dibicarakan. Bila bepergian di seantero kepulauan di Indonesia hampir dapat dipastikan kita akan bertemu dengan orang yang berasal dari Madura. Sosok orang Madura akan segera dikenal oleh siapapun karena mereka memang mempunyai ciri tersendiri, khususnya bila mereka berbicara. Penjual sate, soto, tukang potong rambut tradisional atau penjual barang bekas di mana-mana umumnya orang Madura. Oleh karenanya soto dan sate yang paling terkenal adalah soto dan sate Madura, saking terkenalnya ada juga sekalipun memakai label Madura akan tetapi penjualnya bukan orang Madura. Untuk mempertahankan hidupnya atau untuk mencapai tujuan hidupnya orang Madura tidak segan-segan melakukan ke tempat lain. Hal ini tidak saja mereka lakukan pada saat kini di mana transportasi sudah sedemikian majunya karena kemajuan teknologi akan tetapi sejak jaman kerajaan dan penjajahan Belanda mereka telah melakukannya, utamanya sebagai reaksi terhadap perlakukan penguasa pada saat itu. Rasanya tidak terlalu berlebihan mengapa mereka melakukan hal tersebut, karena mereka belajar agama di mana hijrah Muhammad SAW menjadi acuhannya. Sebagaimana orang agraris pada umumnya masyarakat Madura di perantauan selalu terikat pada tanah leluhurnya sehingga pada waktu-waktu tertentu pulang kembali ke Madura biasanya pada waktu Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi. Pada saat itulah lalu lintas penyeberangan feri menjadi padat sekali dalam waktu setidak-tidaknya selama seminggu. Tentu saja mereka datang dengan membawa uang dan barang di perantauan untuk dibagikan kepada sanak saudara di kampung halamannya. Uang ini mengalir ke kampung halaman pada waktu mereka pulang ada kalanya mereka yang telah berhasil di perantauan mengirim uang ke tempat asal kepada keluarga yang ditinggalkannya untuk keperluan konsumsi atau dipakai untuk modal kerja. Menabung merupakan salah satu kebiasaan orang Madura tidak saja dalam bentuk uang akan tetapi juga dalam bentuk perhiasan emas. Tabungan ini digunakan bukan saja untuk berjaga-jaga akan tetapi pada umumnya mereka gunakan untuk pergi haji ke tanah suci Mekah. Untuk pergi ke tanah suci mereka melakukan upaya sekuat tenaga karena kepergiannya adalah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sebagaimana diwajibkan oleh Agama, dan masyarakat Madura yang lain memberikan penghargaan yang tinggi dengan menempatkan mereka yang pergi haji sebagai orang yang mempunyai status yang lebih dari masyarakat biasa. Kepergiannya akan dihantarkan dengan sebuah kebesaran dan kedatangan dielu-elukannya, mereka menganggap haji bukan hanya sebagai sebutan, lebih dari itu mereka dianggap sebagai orang suci. Tentu saja peristiwa ini menimbulkan kegiatan ekonomi yang besar, kalau kita pandai-pandai memanfaatkannya sebagai peluang.





e.     SISTEM AGAMA
Agama mereka sebagian besar adalah Islam dan sebuah minoritas kecil ada yang beragama Kristen.Suku Madura juga banyak dijumpai di propinsi lain seperti Kalimantan, di Sampit dan Sambas. Orang Madura pada dasarnya adalah orang yang suka merantau karena keadaan wilayahnya yang tidak baik untuk bertani. Orang Madura senang berdagang dan dominan di pasar-pasar. Selain itu banyak yang bekerja menjadi nelayan, buruh, pengumpul besi tua dan barang-barang rongsokan lainnya. Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan serta sifatnya yang keras dan mudah tersinggung, tetapi mereka juga dikenal hemat, disiplin dan rajin bekerja. Selain itu orang Madura dikenal mempunyai tradisi Islam yang kuat, sekalipun kadang melakukan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan Larung Sesaji). Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka memiliki sebuah peribahasa “Lebbi Bagus Pote Tollang, atembang Pote Mata”. Artinya, lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata). Tradisi carok juga berasal dari sifat itu.

f.     SISTEM ORGANISASI
Organisasi MADURA BERSATU adalah merupakan wadah/forum komonikasi khususnya warga madura dalam skala nasional untuk saling menukar informasi dan bekerjasama membantu pemerintah mewujudkan masyarakat yang berpotensi disegala bidang.organisasi ini akan mendidik para anggota untuk mengedepankan intelektualitas dan membuang otoriter ataupun premanisme.sehingga imet warga madura dimata nasional menjadi warga yang disegani dan sebagai tauladan warga lain karena potensi yang dikembangkan didalamnya.kami yakin warga madura adalah berlian murni yang saat ini masih tumbuh dan berkembang secara alami.bila kita memoles dengan tehnologi dan intelektualitas maka warga madura akan menjadi orang-orang sukses dan tentunya patut untuk diperhitungkan.
Kita bias melihat,begitu banyak masyarakat madura yang sukses diseluruh Indonesia itu artinya masyarakat madura memiliki potensi baik di skala Pemerintahan ataupun di perdagangan dan perindustrian.permasalahan saat ini diantara yang sukses dengan yang berusaha untuk sukses belum ada yang menjembatani.karena itu MADURA BERSATU akan berusaha untuk menjadi penghubung antara masyarakat yang telah sukses dengan yang mau sukses.bahkan organisasi ini akan menjadi wadah keduanya agar terjadi saling mengisi dan mengangkat derajat ekonomi,sosial dan budaya .
Organisasi MADURA BERSATU bersama-sama dengan pemerintah dan segenap warga madura akan membangun serta mengembangkan potensi untuk mengentas kemiskinan dan pendewasaan demokrasi.
Oleh karena itu kami sangat mengharap kepada segenap warga madura untuk proaktif dan saling memberi informasi serta pemikiran untuk mewujudkan hal tersebut diatas.

g.    SISTEM PENGETAHUAN
Tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi, cenderung meninggalkan jenjang pendidikan tinggi dan melanjutkan ke Pesantren.