Kamis, 15 Maret 2012

Cerpen [16]




ARIS DAN BIMO

“Arissss…. Jangan terlalu keras menekanya, nanti rusak” teriak Bimo sang sahabat ,  “iya maaf  Bim,  lagi pula prakaryamu  juga tidak bagus-bagus sekali.” “ ya biar tidak terlalu bagus tapi  ini hasil karyaku sendiri, aku mengerjakan ini semalaman suntuk asal kau  tau ,   tidak seperti kau yang di bantu  kakakmu  dan  lagi  pula sebentar lagi pak Selamet  (guru kesenian) akan  masuk nanti kalau rusak gimana!” gumam Aris pada Bimo”  “ hahahaha , ahh, peduli amat, yang  penting prakaryaku bagus dan aku yakin nilai tinggi ada di gengamanku “ Ucap aris sambil tertawa”.

            Kringggg………... “bell istirahat” pelajaran kesenian pun berakhir.
“Hahahha, sudah  aku bilang, pasti nilaiku yang paling tinggi” ujar aris kepada bimo,  “haah....aku tak peduli masalah nilai , yang penting aku puas dengan karyaku sendiri” kata Aris berbangga dan terus melangkah keluar gerbang sekolah . Saat perjalanan pulang, seperti biasa mereka berdua mampir dulu ke  Warnet PEMUDA untuk sekedar browsing  dan mendownload  lagu-lagu yang sedang bumming. Saat mereka beranjak pulang, mereka bertemu dengan Isa dan  kawan-kawan , mereka adalah musuh bebuyutan bimo dan aris. Mereka saling menatap
” Tak kusangka aku bertemu lagi dengan orang seperti dia lagi”  ujar Aris , yang terlihat sangat kesal.

” iya kalau ingat pristiwa dulu, ingin sekali ku  hajar dia”,  jawab Bimo dengan tangan terkepal keras seakaan ingin menghajar orang. Namun dengan santai isa hanya berlalu begitu saja sambil terus menatap kearah mereka berdua dengan tatapan meremehkan. .


            Keesokan harinya di sekolah mereka, tepatnya di kelas mereka ada anak baru.
namun alangkah  terkejutnya mereka ternyata anak baru itu adalah musuh mereka, yaitu  Isa.
Bima dan Aris tak konsen belajar seharian itu, mereka berdua hanya terus berfikir mengapa isa masuk sekolah kami?? , bahkan sekelas dengan kami.  pulang sekolah Aris dan Bima langsung manghampiri Isa dengan penuh emosi,
“maksud kau apa masuk ke sekolah ini, kau mau cari masalah lagi dengan kami? Tak puas kau dengan perbuatanmu  dulu?”, bentak Aris sambil sedikin mendorong Isa.

“Memangnya kenapa, Kalian tidak suka?” jawab Isa dengan nada  menantang .
“baik-baik kau di sini ,  jangan berbuat macam-macam ”  , jawab Bimo rada mengancam dan sambil menarik  Aris yang sudah sangat kesal untuk pergi meninggalkan Isa , karena ada Guru yang memperhatikan mereka bertiga.
Keesokan harinya saat pulang sekolah Bimo meminta Aris untuk pulang sendiri, karena Bimo sedang ada urusan penting  yaitu mengantar Rasti ( perempuan yang Bimo sukai namun tak pernah kesampain karena bimo tak pernah berani untuk terus terang pada rista , padahal dalam kenyataanya Rista pun menyukai Bimo).
“Ya sudah aku  pulang duluan ya,  owh iya jangan sia-siakan kesempatan ini ya..hahaha..” jawab Aris meledek dan membuat wajah Bimo dan Rasti memerah.
“iyaa, sudah sana-sana”  Jawab Bimo malu sambil dan agak mendorong Aris”.
Namun tak di sangka sejak tadi  Isa  menguping pembicaraan mereka di balik pintu kelas , dan telah merencanakan suatu rencan licik untuk merusak persahabatan Bimo dan Aris.
            Berselang beberapa hari di dalam kelas terjadi kehebohan , antara Aris dan Rasti.
Bahwa  Aris mengirimkan surat cinta kepada Rasti yang berisikan , Aris telah mencitai sejak lama dan menyatakan “Maukah kamu jadi pacar Saya?”.Surat itu ada di meja Rasti,
Hal tersebut membuat Aris bingung , karena Aris tak merasa mengirimkan surat itu kepada Rasti dan yang paling membuat Aris merasa terpojok adalah , Bimo marah kepadanya lantaran Bimo merasa di khianati, padahal Aris telah berusaha menjelaskan yang sebenarnya pada Bimo , namun bimo tetap bersikeras dan tak memperdulikan pembelaan diri dari Aris. Sepulang sekolah Aris mencegat Bimo di tengah  jalan, Aris masih berusaha meyakinkan Aris bahwa bukan dia yang mengirimkan surat itu kepada Rasti.
“Sudah pergi sana kau penghianat, tak sudi aku berbicara lagi dengan kau” Bentak Bimo.
“Bukan aku asal kau tau ,  aku di fitnah “ jawab Aris meyakinkan bimo.
“Sudah lah, sampai di sini saja persahabatan kita, sudah muak aku dengan  orang munafik sepertimu” kata bimo sambil berjalan pergi meninggalkan Aris.
“Aku sudah berusaha memberitahukan yang sebenarnya padamu Bimo, tapi kalau kau memang tak mempercayai aku lagi, yasudah… aku juga tak mau bersahabat dengan orang seperti kau. Ingat tidak kau berapa lama kita bersahabat , sebatas itukah kepercayaanmu kepadaku”
Teriak Aris pada Bimo yang semakin lama semakin jauh melangkah meninggalkanya.
            Tiga hari berlalu, tanpa ada sepatah katapun obrolan yang terucap dari bibir mereka.
Rasti yang melihat hal tersebut merasa sedih dan merasa bersalah , akhirnya saat bell istrahat  Rasti mendatangi Aris untuk menanyakan kejadian tempo hari dan apa yang terjadi pada kalian berdua. Akhirnya setelah beberapa lama mereka mengobrol dan Aris menceritakan semua hal yang sebenarnya kepada Rista , Tiba-tiba Bimo datang “ mau mengelak apa lagi kau ris, sekarang terbukti semua… penghianat”.
“kau tenang dulu Bim ,  semua salah paham “ kata Rasti memotong.
“sudahlah Ras, aku tak marah padamu, aku pun rela bila kau memang tak suka padaku , tapi aku hanya tak habis pikir bisa-bisanya , orang yang selama ini ku percaya telah menghianaatiku” jawab Bimo yang bermaksud menyindir Aris yang dari tadi diam saja.
“masa bodo kau mau bilang apa, yang jelas aku tak pernah menghianatimu dan tak pernah aku berniat menhancurkan persahabatan kita” Potong Aris dan langsung bergegas pergi meninggalkan Bimo dan Rista. Rista pun demikian dengan muka kesal terhadap Bimo dia pergi meninggakan Bimo.Bimo yang bingung karena dia merasa jadi orang yang paling bersalah dalam masalah ini, padahal menurutnya dia yang di khianati oleh sahabatnya. Dia berjalan kearah kelas dengan perasaan yang bercampur aduk, dan tak sengaja di depan kelas dia mendengar pembicaraan Isa dan kawan-kawan barunya. Meraka membicarakan soal ulah Isa yang menaruh surat cinta palsu itu ke meja Rasti dan menfitnah Aris. Bimo yang mendengar hal tersebut langsung mencari Aris yang sedang ngobrol asik dengan rista di kantin.
“mau apa kau ke sini? Kalau kau memang menganggapku penghianat aku terima dan aku juga tak mau lagi jadi sahabatmu”  kata Aris agak kesal.
“bukan itu ,  aku kesini untuk meminta maaf pada kalian berdua , karena aku telah berprasangka buruk pada kalian dan tak mempercayai kalian, aku sungguh minta maaf , aku sudah  tau siapa yang telah memfitnah kau Aris dan berusaha menghancurkan persahabatan kita” jawab Bimo sambil tertunduk malu. “Siapa??” bentak Aris kesal.
“Isa, dia yang melakukan semua ini, tadi aku tak sengaja mendengar obrolan Isa dan teman-temanya yang sedang membicarakan surat cintamu tempo hari”, jelas Bimo.
“Sudah ku duga pasti dia pelakunya, mana dia sekarang. Kan ku beri pelajaran dia” Kata Aris dengan penuh emosi.
“Jangan Sudah biarkan saja, kita biarkan saja dia, aku punya ide yang sangat bagus ,  kita kembali bersikap seperti dulu sebelum terjadi masalah ini dan  pura-pura tak terjadi apapun biar dia bingung dan kesal sendiri dengan kita”  Bimo menjelaskan dengan wajah sumringah.
“iya itu ide yang bagus , kita buat dia terheran heran” jawab Rista setuju dengan usulan Bimo.
Sambil menghela nafasnya seaakan menahan amarah yang tengah memuncak, Aris pun menyetujui rencana  tersebut.
            Dan akhirnya semua kembali seperti semuala, Aris dan Bimo kembali bersahabat , bercanda , ngobrol dan melakukan hal-hal konyol yang biasa mereka lakukan.Dan Bimo pun berani mengutarakan perasaanya kepada Rasti , serta dengan senang hati pun Rasti menerima Bimo sebagai pacarya.  Karena hal tersebut anak-anak kelas pun terheran heran terlebih lagi Isa sangat terbingung bingung dan bartanya tanya mengapa itu bisa terjadi. Aris dan Bimo hanya tersenyum dan tertawa kecil saat melihat wajah isa yang bingung memandangi mereka berdua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar